Kunjungan Panja Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI ke Pemerintah Kota Jambi dan Provinsi Jambi
SENJARI.ID - Kepala BPK Wilayah V, Agus Widiatmoko mendampingi kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025—2026 ke Kota Jambi.
Disela-sela kunjungan tersebut, rombongan Panja Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI juga melakukan kunjungan kerja di KCBN Muarajambi untuk melihat Pelestarian KCBN Muarajambi dan Pengelolaannya.
Kunjungan kerja tersebut diawali dengan penyambutan rombongan Komisi X DPR RI di Bandara Sultan Thaha Jambi. Turut menyambut Sekretaris Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Judi Wahjudin, Wakil Gubernur Jambi, Wali Kota Jambi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwitasa Provinsi Jambi dan Kota Jambi serta unsur Forkopimda.
Selanjutnya, rombongan Panja Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke KCBN Muarajambi.
Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pemaparan yang berlangsung di pelataran Candi Kedaton.
Dalam sesi diskusi Kepala BPK Wilayah V, Agus Widiatmoko menyampaikan apresiasi atas Panja Pelestarian Cagar Budaya yang berkunjung ke KCBN Muarajambi.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pelestarian kebudayaan di Provinsi Jambi.
Apalagi Jambi mempunyai banyak Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Ini dikarenakan kurangnya Tim Ahli Cagar Budaya daerah.
“Kita BPK Wilayah V melakukan beberapa upaya untuk mendorong terbentuknya Tim Ahli Cagar Budaya disetiap daerah dengan bekerja sama dengan Pusdiklat, mengadakan diklat untuk Tim Ahli Cagar Budaya,” katanya pada Rabu (11/2/2026)
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan bahwa kehadiran Panja Pelestarian Cagar Budaha Komisi X DPR RI ini bukan hanya memberi kemanfaatan untuk Jambi tapi untuk Indonesia bahkan Asia Tenggara.
Percandian Muarajambi merupakan satu diantara Kawasan Cagar Budaya yang dikelola dengan baik, patutnya menjadi praktik baik hingga teladan bagi daerah di Indonesia.
“Soal partisipasi, banyak pihak ikut berkontribusi termasuk kalangan tokoh adat, civil society, lembaga-lembaga, bahkan perusahaan hingga pemerintah pusat mempunyai komitmen yang tinggi,” ujar Hetifah.
Dia menilai Percandian Muarajambi merupakan satu kawasan yang sangat luar biasa dari sisi perlindungan, pemanfaatan hingga pengembangannya.
“Kawasan cagar budaya yang memang dilestarikan secara serius dan sungguh-sungguh oleh pemerintah melalui BPK Wilayah V dan stakeholder terkait lainnya. Apalagi didukung dengan partisipasi masyarakat yang berjalan dengan baik dan juga kolaborasi dengan pihak-pihak lain,” ungkapnya.
Melalui fungsi budgeting dirinya akan mendorong Dana Abadi Kebudayaan juga difokuskan untuk pelestarian Cagar Budaya.
“Kita akan mendorong semua pihak untuk lebih berkomitmen termasuk juga dari pemerintah pusat karena memiliki dana abadi kebudayaan, kami ingin dari hasil investasi dana abadi kebudayaan itu setidak-tidaknya 35 persen digunakan khusus cagar budaya,” pungkasnya. (*)
