Macet Panjang di Jalur Jambi–Palembang, Dirlantas Polda Jambi Imbau Pengendara Gunakan Rute Alternatif
SENJARI.ID – Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Jambi–Palembang, akibat tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut.
Arus lalu lintas dari kedua arah dilaporkan tersendat karena padatnya kendaraan di jalur utama penghubung Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, mengimbau para pengendara untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut dan memanfaatkan rute alternatif guna mengurangi kepadatan.
Menurutnya, pengendara dari arah Jambi menuju Palembang maupun sebaliknya dapat menggunakan beberapa jalur alternatif yang telah disiapkan.
Untuk kendaraan dari Jambi menuju Palembang, pengendara dapat melalui rute Jambi – Sarolangun – Lubuk Linggau – Musi Rawas – Lahat – Prabumulih – Palembang. Dari Prabumulih, pengendara juga dapat melanjutkan perjalanan melalui Tol Prabumulih–Palembang agar waktu tempuh lebih singkat.
Selain itu, tersedia pula jalur alternatif non tol yakni Jambi – Sarolangun – Lubuk Linggau – Musi Rawas – Sekayu – Betung – Palembang.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi peta digital sebelum melakukan perjalanan.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus memperlancar arus lalu lintas selama proses penanganan di lokasi berlangsung.
Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Adi Benny Cahyono menyebutkan sebanyak 2.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2026 di wilayah Provinsi Jambi melalui Operasi Ketupat.
“Kurang lebih ada 1.600 personel dari kepolisian, kemudian dibantu sekitar 1.200 personel dari instansi terkait,” ujarnya belum lama ini.
Selain itu, petugas juga disiagakan di berbagai pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah disiapkan selama masa arus mudik. Secara keseluruhan terdapat 26 pos pengamanan dan 17 pos pelayanan yang tersebar di sejumlah wilayah. (*)
