Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Gandeng Lintas Instansi Benahi Titik Rawan di Muaro Jambi
SENJARI.ID – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Jambi melalui Penanggung Jawab (PJ) Samsat Muaro Jambi bersama Tim Pelayanan berpartisipasi aktif dalam Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Muaro Jambi yang digelar di Aula RSUD Ahmad Ripin, Rabu (20/5).
Rapat koordinasi lintas sektoral ini dihadiri oleh pemangku kepentingan (stakeholders) utama, mulai dari Satlantas Polres Muaro Jambi, Dinas Perhubungan, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, RSUD Ahmad Ripin, hingga BPJS Kesehatan. Sinergi ini dibangun untuk merumuskan langkah konkret dan strategis dalam menangani isu-isu krusial terkait keselamatan jalan raya di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam diskusi tersebut, agenda utama difokuskan pada mitigasi penanganan sarana prasarana pada empat kecamatan yang teridentifikasi sebagai titik rawan kecelakaan (blackspot), yaitu Kecamatan Jaluko, Kecamatan Sekernan, Kecamatan Mestong, dan Kecamatan Kumpeh Ulu. Jasa Raharja bersama Satlantas, Dishub, dan Dinas PU berkomitmen untuk melakukan tindakan preventif seperti survei bersama, perbaikan fasilitas jalan, hingga rekayasa lalu lintas guna meminimalisir risiko fatalitas korban kecelakaan di titik-titik rawan tersebut.
Selain infrastruktur jalan, forum ini juga menaruh perhatian besar pada tingginya angka kecelakaan yang didominasi oleh kelompok usia pelajar di Wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Menyikapi hal tersebut, Jasa Raharja bersama Dinas Pendidikan dan Satlantas sepakat untuk mengintensifkan program edukasi keselamatan berkendara (safety riding) langsung ke sekolah-sekolah serta memperketat pengawasan demi menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini pada generasi muda.
Melalui wadah kolaboratif FLLAJ ini, Jasa Raharja berharap seluruh instansi dapat terus memperkuat sinergi, baik dalam hal pencegahan kecelakaan di hulu maupun percepatan penanganan korban pasca-kecelakaan di hilir bersama pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan. Langkah nyata dan terintegrasi ini diharapkan mampu menurunkan kurva kecelakaan secara signifikan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan di Kabupaten Muaro Jambi. (*)
